INFORMASI UJIAN NASIONAL
TAHUN 2009/2010
Program Pelaksanaan Rangkaian Ujian Nasional:
1. Pengayaan Ujian Nasional include dengan Pembelajaran reguler dengan penambahan jumlah jam.
2. Pelaksanaan Try Out Ujian Nasional (Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Ujian Teori Produktif dilaksanakan pada:
Try Out I dilaksanakan pada: 21 s/d 24 Desember 2009
Try Out II dilaksanakan pada: 10 s/d 13 Februari 2010
Try Out III dilaksanakan pada: 10 s/d 13 Maret 2010
3. Ujian Praktek Produktif
Ujian Praktek Produktif dilaksanakan pada: 1 s/d 9 Februari 2010
4. Ujian Nasional Utama
Ujian Nasional dilaksanakan pada: 22 s/d 25 Maret 2010
Ujian Susulan dilaksanakan 1 minggu setelah Ujian Utama
5. Ujian Akhir Sekolah
Ujian Akhir Sekolah baik teori maupun praktek dilaksanakan pada bulan April 2010
6. Pengumuman
Pengumuman hasil ujian Nasional Tahun 2009/2010 diterbitkan pada bulan April minggu terakhir. Bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus dapat mengulang pada Ujian Nasional Ulangan.
7. Ujian Nasional Ulangan
Ujian Nasional Ulangan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Mei 2010.
Kalibagor, 14 Januari 2010
Kepala SMK Politeknik YP3I Banyumas
Eko Riris Prasetyanto, ST.
SMK Politeknik YP3I Banyumas merupakan sekolah berbasis Teknologi dan Industri, dengan semangat membangun yang tinggi, kreatifitas dan motivasi untuk maju, serta konsep pengembangan pendidikan masa depan maka SMK Politeknik YP3I Banyumas akan siap untuk berkompetisi di pasar global.
Kamis, 14 Januari 2010
Rabu, 16 Desember 2009
Nafisa Najla
Malam telah melarut
Tak ada jeda yang bersambut di penantian itu
Menunggu, menyisakan pengharapan dan segudang pertanyaan
Menanti, merindukan cinta menebar hiba
Dua jam menunggu….
Rasanya penat benar rasa tak sabar
Melihat kenikmatan rasa yang perih kau pendam
Kau tutupi juga dengan senyum kecil di sudut bibir kecil…
Aku tahu Bunda, kau rasakan kegetiran….
Namun tekadmu takkan buat semua jadi sia
Angan yang telah kita rajut adalah buah cinta….
Kasih yang telah kita tanam adalah jalinan rasa….
Alhamdulillah……..
Puji syukurku atas segala nikmat tanpa batas
Atas rahmat yang tak henti Kau limpahkan ya Penguasa….
Kau hadirkan juga Kerinduan jiwa
Kau turunkan juga doa-doa kami sang penghiba
Kau ijinkan Nafisa Najla Salwa Sahara
Bersama kami meraih nikmat segala syurga
Ohhhhh Yang Maha Agung….
Berilah lautan KasihMu agar Najla tumbuh penuh cinta
Berilah hamparan SayangMu agar Najla tumbuh terhindar dosa
Berilah langit KuasaMu agar Najla bersandang Iman dan Taqwa
Ohhhhh Yang Maha Mulia….
Turunkan segala KemuliaanMu,
Taburkan segala KeindahanMu
Wahyukan segala TitahMu
Tuntunkan segala HidayahMu
Untuk Kami ….
Dan Najla …. Anakku
perenungan jiwa
Pagi sudah beranjak,
Matahari sepenggalah berjalan di atap-atap jiwa,
Kemana anakku akan pergi membasuh mukanya,
tangannya, kakinya,
Kemudian memikul buku dipundaknya
Aku selalu bergumam sendirian
Mencoba melafalkan doa-doa
Menggelar restu akherat
Menuntunkan jihad di hati mereka
Ini adalah perang anakku
Ini adalah perang!
Lawanlah syetan di dada kirimu
Kalahkan!
Sampai kemenangan ada di tanganmu!
Ketenangan hakekat, membawa percikan zuhud
Pelan bagaikan irama sutra
Akhirnya mampu juga
Menyentuh kedalaman kalbuku
Kunanti begitu lama
Ranting itu bersemi indah
Dari kenikmatan meranggas
Menggugurkan dedaunan
Meluluhlantakkan dahan
Dan sekarang ….
Kenikmatan iman itu
Begitu sejuknya
Mengguyur tubuh
Hingga hangat … dan abadi
Pada sisa-sisa pengharapan jiwa.
perenungan jiwa
Di sela-sela kesibukan, di sela-sela penatnya penantian
Kealpaan yang sengaja dibuat-buat
Atau kebiasaan riba yang sulit di raba
Apakah masih ada yang menghimpun cinta
Diantara penindasan di meja-meja kantor
Eksekusi nilai kematian sia-sia
Atau pemberian obat untuk yang pura-pura sekarat
Apakah masih ada yang merajut doa
Di antara kalimat syahadat yang syahdu
Di keheningan malam yang larut
Di jeda dua khotbah Jum’at
Di akhir shalat fardhu dan sunah
Di ramadhan penuh pahala cinta dari kasihNya
Di batas puasa senin dan kamis
Puasa dawud atau Arafah
Di pemberian kepada fakir,
zakat, infaq dan shodaqoh
diantara taburan manusia di Mina dan Jedah
diantara rukun haji;
sa’i, indahnya thawaf, melempar jumrah
menginap di mundhalifah atau
saat-saat manis mengadu Sang khaliq di Masjid Nabawi
apakah masih ada yang mengharap syurga
menyerahkan segala nikmat
membumikan niatan untuk menjadi kekasih Allah
bersujud…
menanti panggilan suci…
Pendekar Malam
Selengkapnya......
Nurani
Bebunyian cinta mengarak serasa di peraduan
Bintang tak bersayap
Bulan terhenti sesaat
Aku terhanyut dalam kebisuan
Berat di punggung tak pernah aku rasa
Kerna kekuatan nurani atau entah apa
Mendorong keinginan maha dasyat
Untuk tidak mundur walau satu jengkal
Wahai bumi
Seandainya engkau tlah diberi amanahNya
Untuk berzikir di atas hamparan kasih
Untuk meraja di bawah langit-langit cinta
Lalu kenapa mesti ada senandung murka?
Aku menunduk
Pelan aku raba, takut kalau tlah kehilangan rasa
Takut kalau mata tlah menjadi buta,
Menjadi tuli lalu lupa…
Semuanya
(aku masih pura-pura tak mengerti)
