Jumat, 03 September 2010


BENARKAH KONSUMSI IKAN BIKIN ANAK PINTAR

VIVAnews - Satu mitos mengatakan, sering-seringlah makan agar pintar. Tak heran jika banyak orangtua menjadi gemar menyajikan olahan ikan dalam menu harian buah hati mereka. Tapi, benarkah mitos itu? Seperti dikutip dari laman Shine, sejumlah ikan mengandung lemak omega 3 dan DHA (docosahexaenoic acid) yang bermanfaat untuk pertumbuhan otak. Nutrisi ini sangat baik untuk anak-anak, terutama usia balita.

"DHA terutama bermanfaat dalam dua tahun pertama kehidupan untuk perkembangan otak, kognisi, dan ketajaman visual," kata dokter anak Scott W Cohen, penulis of Eat, Sleep, Poop: A Common Sense Guide to Your Baby’s First Year. Studi Clinical Pediatrics, 2008, menunjukkan, anak balita yang memiliki kebiasaan mengonsumsi ikan mengalami peningkatan kosa kata dan pemahaman yang lebih baik dalam berkomunikasi. Yang paling dianjurkan adalah ikan salmon.

Sementara bagi orang dewasa, daging ikan berperan melindungi jantung. Kandungan gizi dalam ikan mampu menurunkan kolesterol dalam darah, memperbaiki fungsi dinding pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, dan mencegah terjadinya penggumpalan darah. Cohen menambahkan, bagi mereka yang alergi atau tidak menyukai ikan, kandungan omega 3 di dalamnya bisa diganti dengan avokad, kenari, dan minyak canola. (pet)

Selengkapnya......

Rabu, 01 September 2010


Tokek raksasa seberat 64 Kg yang ditemukan remaja di hutan perbatasan Kalimantan Timur dan Malaysia ini kabarnya laku Rp 179 miliar.

KOMPAS.com - Tokek, hewan reptil yang suaranya sering muncul di rumah, kebun, gedung atau bahkan hutan itu kini harganya makin mahal. Tokek berkaki empat mirip cicak itu lebih sering dijumpai di rumah dan kini makin mudah diperoleh di pasaran untuk berbagai keperluan. Apa yang menjadikan tokek mahal harganya? Ternyata bukan karena suaranya yang sering bunyi tanpa diduga dan berulang-ulang satu periode. Tetapi lebih kepada kandungan dari tokek itu sendiri, yang otomatis untuk memanfaatkan harus disembelih atau dimatikan.

Tokek rumah atau cicak besar bernama latin Gekko gecko dikenal di beberapa tempat beda menyebutnya misalnya tekek atau tokek, (Jawa), tokok (Sunda), dan tokay gecko atau tucktoo (Inggris). Tokek rumah memiliki bintil besar-besar di punggungnya yang berbeda-beda warnanya dan hal ini satu diantara pembeda dengan cicak kecil. Bermacam-macam warnanya dari warna abu-abu kebiruan sampai kecoklatan, dengan bintik-bintik berwarna merah bata sampai jingga.
Perut tokek warna abu-abu biru keputihan atau kekuningan dan ekornya juga ada enam baris bintil belang-belang. Kakinya di jari-jari ada bantalan pengisap sehingga pandai lengket di dinding tembok atau pohon. Tokek menjadi mahal dan dicari orang konon karena bisa menyembuhkan orang yang mengidap HIV atau AIDS. Penyakit mematikan itu menyerang sistem imun tubuh dan belum ada obat medis yang mampu mengatasinya. Sehingga, ramuan tradisional dari tokek dipercaya sebagai paling mujarab untuk hal itu.

Bagian lidah tokek dan darahnya dikabarkan mengandung zat yang bisa melawan virus HIV. Yang memiliki khasiat itu tokek berbobot lebih dari 3 ons dalam keadaan hidup. Selain lidah, konon empedu tokek juga mujarab untuk pengobatan orang yang mengidap AIDS. Kabar beginilah yang membuat orang harus membeli dengan harga mahal demi terselamatkan nyawanya.

Di bagian empedu tokek, juga mengandung senyawa anti tumor dan kanker sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Sedangkan daging secara keseluruhan sudah dikenal sejak nenek moyang bisa menyembuhkan berbagai penyakit gatal. Banyak orang memberikan kesaksian bahwa penyakit kulit gatal-gatal bisa sembuh dengan tokek yang dibakar atau digoreng.

Harga tokek bervariasi tergantung berat badan dan usia tokek itu sendiri. Di beberapa daerah seperti Jakarta, Batam, Banjarmasin, Makassar, Pontianak, Surabaya dan Solo serta kota lainnya sudah ada lokasi khusus penjualan tokek. Di Pasar Jatinegara, Jakarta juga ada pasar hewan yang menyediakan berbagai macam satwa langka sekalipun, dengan harga murah. Untuk tokek dengan berat badan kurang dari 1,5 ons masih kisaran Rp 200 ribu. Tapi bila sudah besar sekitar 2 ons dan sudah tua maka bisa mencapai Rp 5 jutaan.

Jika nasib mujur, penjual tokek dengan berat badan lebih dari 3 ons atau 4 ons bisa terjual Rp 100 juta. Akan lebih mahal lagi jika sudah mencapai 1 kilogram dan mendapat pembeli langsung dari Korea, China atau Malaysia harganya bisa lebih dari Rp 200 juta. Tokek raksasa yang pernah ditemukan di pedalaman Kalimantan memiliki berat hingga 64 kilogram yang kemudian terjual Rp 179 miliar oleh pengusaha Korea melalui orang Malaysia.

Selengkapnya......


TIGA KIOS LUDES TERBAKAR

AJIBARANG- Tiga kios pedagang di selatan kompleks Pasar Ajibarang, Senin (30/8) dini hari kemarin, ludes terbakar. Akibat kebakaran tersebut, bangunan kios yang terbuat dari kayu itu habis dilalap api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kebakaran tersebut sempat membuat warga Pasar Ajibarang panik.

"Kios yang terbakar itu milik Sairah, Sudi dan Yanto" ujar Wanto warga Ajibarang Kulon kemarin. Berdasar data yang dihimpun Radarmas, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.45 WIB dini hari. Api pertama kali terlihat dari salah satu kios paling barat. Selanjutnya api terus merembet membakar bagian kios lain yang berdempetan.

Dua unit mobil pemadam kebakaran Banyumas dikerahkan untuk memadamkan si jago merah. Warga secara juga turut membantu. Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Akibat kebakaran itu, tiga lapak yang terdiri dari warung sate, somay dan lapak buah semangka ludes terbakar tak tersisa. Sementara kios-kios sebelah timur lain yang berdekatan dengan kios yang terbakar dapat terselamatkan.

Dari keterangan saksi di tempat kejadian diduga kebakaran akibat korsleting. "Diduga kuat kebakaran itu akibat korsleting listrik di salah satu kios yang terbakar," ujar Mamo di tempat kejadian kemarin. Dari percikan api itulah akhirnya api menjalar hingga akhirnya menjalar kedua lapak dagangan yang berada berdempetan di sebelah timurnya. Akibat kebakaran itu kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara itu, Kepala Pengelola Pasar Ajibarang Suyatno menuturkan, tiga lapak pedagang yang terbakar tersebut bukan merupakan bagian dari Pasar Ajibarang. "Kios yang terbakar tersebut berdiri di atas trotoar jalan menuju Pasar Ajibarang," katanya singkat.



Selengkapnya......