Rabu, 16 Desember 2009

Nafisa Najla

Malam telah melarut

Tak ada jeda yang bersambut di penantian itu
Menunggu, menyisakan pengharapan dan segudang pertanyaan
Menanti, merindukan cinta menebar hiba

Dua jam menunggu….
Rasanya penat benar rasa tak sabar
Melihat kenikmatan rasa yang perih kau pendam
Kau tutupi juga dengan senyum kecil di sudut bibir kecil…

Aku tahu Bunda, kau rasakan kegetiran….
Namun tekadmu takkan buat semua jadi sia
Angan yang telah kita rajut adalah buah cinta….
Kasih yang telah kita tanam adalah jalinan rasa….

Alhamdulillah……..
Puji syukurku atas segala nikmat tanpa batas
Atas rahmat yang tak henti Kau limpahkan ya Penguasa….
Kau hadirkan juga Kerinduan jiwa
Kau turunkan juga doa-doa kami sang penghiba

Kau ijinkan Nafisa Najla Salwa Sahara
Bersama kami meraih nikmat segala syurga

Ohhhhh Yang Maha Agung….

Berilah lautan KasihMu agar Najla tumbuh penuh cinta
Berilah hamparan SayangMu agar Najla tumbuh terhindar dosa
Berilah langit KuasaMu agar Najla bersandang Iman dan Taqwa

Ohhhhh Yang Maha Mulia….

Turunkan segala KemuliaanMu,
Taburkan segala KeindahanMu
Wahyukan segala TitahMu
Tuntunkan segala HidayahMu
Untuk Kami ….
Dan Najla …. Anakku

Purwokerto, April 2006

Selengkapnya......

perenungan jiwa

Perenungan 1

Pagi sudah beranjak,

Matahari sepenggalah berjalan di atap-atap jiwa,
Kemana anakku akan pergi membasuh mukanya,
tangannya, kakinya,
Kemudian memikul buku dipundaknya

Aku selalu bergumam sendirian
Mencoba melafalkan doa-doa
Menggelar restu akherat
Menuntunkan jihad di hati mereka

Ini adalah perang anakku
Ini adalah perang!
Lawanlah syetan di dada kirimu
Kalahkan!
Sampai kemenangan ada di tanganmu!

Perenungan 2

Ketenangan hakekat, membawa percikan zuhud
Pelan bagaikan irama sutra
Akhirnya mampu juga
Menyentuh kedalaman kalbuku

Kunanti begitu lama
Ranting itu bersemi indah
Dari kenikmatan meranggas
Menggugurkan dedaunan
Meluluhlantakkan dahan

Dan sekarang ….
Kenikmatan iman itu
Begitu sejuknya
Mengguyur tubuh
Hingga hangat … dan abadi
Pada sisa-sisa pengharapan jiwa.

Pendekar Malam
Purwokerto, Juni 2005


Selengkapnya......

perenungan jiwa



Apakah masih ada yang meratapi dosa

Di sela-sela kesibukan, di sela-sela penatnya penantian
Kealpaan yang sengaja dibuat-buat
Atau kebiasaan riba yang sulit di raba


Apakah masih ada yang menghimpun cinta
Diantara penindasan di meja-meja kantor
Eksekusi nilai kematian sia-sia
Atau pemberian obat untuk yang pura-pura sekarat


Apakah masih ada yang merajut doa
Di antara kalimat syahadat yang syahdu
Di keheningan malam yang larut
Di jeda dua khotbah Jum’at
Di akhir shalat fardhu dan sunah


Di ramadhan penuh pahala cinta dari kasihNya
Di batas puasa senin dan kamis
Puasa dawud atau Arafah
Di pemberian kepada fakir,
zakat, infaq dan shodaqoh


diantara taburan manusia di Mina dan Jedah
diantara rukun haji;
sa’i, indahnya thawaf, melempar jumrah
menginap di mundhalifah atau
saat-saat manis mengadu Sang khaliq di Masjid Nabawi

apakah masih ada yang mengharap syurga
menyerahkan segala nikmat
membumikan niatan untuk menjadi kekasih Allah
bersujud…


menanti panggilan suci…

Pendekar Malam
Purwokerto, 18 January 2005


Selengkapnya......

Nurani

Malam

Malam sudah melarut di keremangan


Bebunyian cinta mengarak serasa di peraduan


Bintang tak bersayap


Bulan terhenti sesaat


Aku terhanyut dalam kebisuan






Berat di punggung tak pernah aku rasa


Kerna kekuatan nurani atau entah apa


Mendorong keinginan maha dasyat


Untuk tidak mundur walau satu jengkal






Wahai bumi


Seandainya engkau tlah diberi amanahNya


Untuk berzikir di atas hamparan kasih


Untuk meraja di bawah langit-langit cinta


Lalu kenapa mesti ada senandung murka?






Aku menunduk


Pelan aku raba, takut kalau tlah kehilangan rasa


Takut kalau mata tlah menjadi buta,


Menjadi tuli lalu lupa…


Semuanya






(aku masih pura-pura tak mengerti)




 
Pendekar Malam


Purwokerto, 18 January 2005

Selengkapnya......

Sabtu, 07 November 2009

STRUKTUR ORGANISASI SMK POLITEKNIK YP3I BANYUMAS

STAF GURU DAN KARYAWAN DALAM JABATAN

1. Eko Riris Prasetyanto, ST                       : Kepala Sekolah


2. Sugeng Suhardi, S.Ag.                            : Waka Kurikulum

3. Pudjadi, ST.                                           : Waka Kesiswaan

4. Budi Supratikno, ST.                              : Ketua Program Studi

5. Esti Yuliani, S.Pd.                                   : Staf Admin. Kurikulum

6. Budiono, A.Md.                                     : Staf Teknis Kurikulum

7. Moh. Soali, S.Pd.                                  : Pembina OSIS

8. Bian Rubiantini, S.Pd.                            : BP

9. Yuliyanto, A.Md.                                  : Staf Admin Jurusan

10. Yuli Hartono, A.Md.                           : Staf Teknis Jurusan

11. Sri Mulyati, S.Pd.                                : Staf Pengelolaan Dana Sosial

12. Rif’an Aziz Hamdani, S.Pd.                  : Staf Sarana Prasana

13. Saris Saptanto, ST.                              : Guru

14. Dwi Hariyanto, ST.                              : Guru

15. Ir. Wasito, MP.                                    : Guru

16. Eko Winarsih                                        : Staf Keuangan

17. Turiman                                                : Staf Admin

18. Parno                                                   : K5

19. Radi                                                     : K5

20. Yatiman                                                : MRIT

21. Rosi Aziz Putra                                     : Toolman

Selengkapnya......

Jumat, 06 November 2009

PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (PKH)

Sebagai institusi pendidikan yang ikut berperan aktif dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, maka SMK Politeknik YP3I Banyumas selalu berusaha semaksimal mungkin menata dan memperbaiki performance-nya. Baik dari sisi manajemen, sarana prasarana maupun perluasan akses dan pencitraan publik.
Penataan manajemen merupakan prioritas utama, dengan pengelolaan sekolah yang profesional dan akuntable, maka diharapkan SMK Politeknik YP3I Banyumas dapat melaksanakan amanah pembangunan nasional yaitu ikut membangun mentalitas bangsa.
Sarana prasana sekolah merupakan faktor pendukung yang utama disamping kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi. Dengan sarana prasarana yang baik dan representatif, diharapkan akan memotivasi segenap civitas akademika agar dapat mengembangkan diri dan mampu berkompetisi di pasar global.
Program perluasan akses dan pencitraan publik merupakan salah satu sarana untuk promosi dan bersosialisasi baik dengan instansi maupun masyarakat.
Dalam rangka perluasan akses dan pencitraan publik ini, pada akhir bulan Oktober 2009, SMK Politeknik YP3I Banyumas mendapatkan kepercayaan dari Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah untuk memberikan Pendidikan dan Pelatihan Perawatan dan Perbaikan Sepeda Motor melalui program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) dengan bekerjasama dengan Kecamatan Kalibagor.
Acara Pembukaan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 02 Nopember 2009 yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Bp. Drs. Siswoyo (Kabid PLS), Bp. Ir. Alrianto Notopurnomo, MM. (Ketua YP3I Banyumas), Camat Kalibagor, Kepala UPK Kalibagor, Kepala SKB Kalibagor, Kepala Desa Kalibagor, Perwakilan DUDI (Prima Utama Motor), tamu undangan dan peserta PKH.


Tamu Undangan Pembukaan Program PKH



Pak Siswoyo dan Pak Alrianto melihat kondisi bengkel
didampingi Kepala SMK Politeknik YP3I Banyumas

Selengkapnya......

KEGIATAN OSIS

OSIS sebagai sebuah organisasi internal siswa di sekolah memiliki peranan penting dalam rangka pengembangan mentalitas siswa. Banyak kegiatan di bawah naungan OSIS yang dapat diikuti di SMK Politeknik YP3I Banyumas, baik kegiatan intra maupun ekstra kurikuler.
Kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan diantaranya adalah:
  1. Pramuka
  2. Pecinta Alam 'Sabha Wana Bhakti Bhuana'
  3. Olah Raga
  4. English Club
  5. Komputer
  6. Montir dan Setir Mobil
  7. Ketrampilan Perawatan dan Perbaikan Sepeda Motor
Sebagian siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut, hampir semua siswa ikut ambil bagian sehingga minat dan bakat mereka bisa dikembangkan dengan baik.


Ekspedisi Mahameru



Ekspedisi Sindoro Sumbing



Rapling, kegiatan penuh tantangan



Ekspedisi Gunung Slamet



Camping dalam program Latihan Dasar Kepemimpinan



Kegiatan Olah Raga



Kegiatan Ekstra Komputer



Modifikasi Sepeda Motor

Selengkapnya......

Rabu, 04 November 2009

KENANGAN HALAL BI HALAL

Silaturahim rutin dilaksanakan segenap civitas akademika SMK Politeknik YP3I Banyumas, baik internal antara Staf Pengajar, Karyawan dengan siswa-siswi, maupun pihak sekolah dengan Pengurus Yayasan Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Indonesia.
Pada tahun ini, silaturahim sekolah sekaligus halal bi halal dilaksanakan pada tanggal 28 September 2009. kegiatan internal halal bi halal dilaksanakan pagi jam 07.15 s/d 08.45 wib, dilanjutkan halal bi halal dengan Pengurus Yayasan bertempat di rumah Bp. Ir. Alrianto Notopurnomo, MM. Jl. Sridadi II No. 49 Perum Karangklesem Purwokerto.


Sebagian Staf Pengajar dan Karyawan SMK Politeknik YP3I Banyumas
berpose neh......



Jabat tangan antara siswa dengan guru dan karyawan...
Menambah keakraban dan menyambung tali kasih sayang...


Silaturahmi dengan Ketua YP3I Kab Banyumas
(dari kiri ke kanan: Budi Supratikno, ST., Ir. Alrianto NP. MM., Ir. Wasito, MP.,
Eko Riris Prasetyanto, ST. Yuli Hartono, A.Md.)

Selengkapnya......

Selasa, 03 November 2009

Penataan Workshop


Perbaikan Sepeda Motor... bongkar dulu...


Salah satu program jangka pendek (1 tahunan) pada Jurusan Teknik Mekanik Otomotif adalah pengembangan dan pengadaan sarana prasarana bengkel. Pada Tahun Pelajaran 2009/2010 ini pengadaan peralatan bengkel diprioritaskan untuk pembelian:
  1. 2 Unit kendaraan praktek
  2. 1 unit mesin diesel (panther 2300)
  3. 1 unit chasis mini cap
  4. 1 unit mesin mini cap
  5. 3 unit sepeda motor (Yamaha Force 1 Z R, Honda Prima dan Suzuki Crystal)

chasis mini cap



membuat stand mesin diesel sendiri.. hemat deh....


kijang direhab biar cantik...

Selengkapnya......

Kamis, 22 Oktober 2009

Banyak Yang Mau Berubah, Tapi Memilih Jalan Mundur



Cerita ringan, dialog antara Ust. Yusuf Mansur dengan Security POM Bensin. Agak panjang, tapi percaya deh enak kok dibacanya . SEMOGA BERMANFAAT



Banyak yang mau berubah, tapi memilih jalan mundur. Andakah orangnya?


Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya: “Nanti di depan ke kiri ya”. “Masih banyak, Pak Ustadz”. Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan.


Saya pengen pipis. Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. “Pak Ustadz!”. Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau. “Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja.”. Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he. “Saya ke toilet dulu ya”. “Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?” “Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?”. “Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”. Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang “berhentiin” saya.


Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya. Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, “Ok, ntar habis dari toilet ya”.


***


“Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”, tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan. “Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?”


“Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya”. “Wah, ustadz langsung nembak aja nih”. Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah.


Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja. “Udah shalat ashar?” “Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja”. “Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?” Sekuriti itu senyum aja. Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah.


Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah?


Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah. “Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”, saya mengejar. “Ya, kurang lebih dah”. Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang ‘alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu.


Aqimish shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya. “Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima, memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit.


Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari senang”.


Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya, nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara? Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.


Dan saya mengingatkan kepada Anda sekalian untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu-satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.


Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, “Terus, mau berubah?” “Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?” “Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya”. “Ngebut gimana?” “Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan Allah”. Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki.


Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. Kan aneh. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah. “Yang kedua,” saya teruskan. “Yang kedua, keluarin sedekahnya”. Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. “Pak Ustadz, pegimana mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”.


“Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?” “Satu koma tujuh, Pak ustadz”.


“Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede”. “Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz”. “Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?” “Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz”.


“Koq bisa?” “Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt”. “Terus, kenapa masih kurang?” “Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak”. “Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?” “Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”. “Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot”. Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu.


Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya. “Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?” “Mau Ustadz. Saya benahin dah”. “Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin. Ikutan semuanya ngebenahin shalat”. “Siap ustadz”. “Tapi sedekahnya tetap kudu loh”. “Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada”. “Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq”. “Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya”.


Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah. Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, “Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?”. Si sekuriti mengangguk. “Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?”. Sekuriti ini ngangguk lagi. “Selama saya bisa, saya akan jalanin,” katanya, manteb. “Gajian bulan depan masih ada ga?” “Masih. Kan belum bisa diambil?” “Bisa. Dicoba dulu”. “Entar bulan depan saya hidup pegimana?” “Yakin ga sama Allah?” “Yakin”. “Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau”. Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Termasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca Al Qur’an.


Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum’at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi! Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja dan ada gajinya.


Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.


***


Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya. “Mana bisa?” kata komandannya. “Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani”. Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya. Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab komandannya ini ikutan merayu, “Buat sedekah katanya Pak”, begitu kata komandannya.


Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh bos nya. “Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”, begitu lah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.


Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si


sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. Malah tambah cerah muka nya. Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.


Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti.


Suatu hari bos nya pernah berkata, “Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon. Percuma”. Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.


Berhasil kah? Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah. Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya. “Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”.


Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada. Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, trjadi keajaiban. Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya, dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih.


Dia sedekah 1,7jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu trjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti bulan. Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan? Itu jual motor, kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.


Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia aman. Ga perlu kasbon. Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini. Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti?


Engga. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan staff keuangan di sana. Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah. Saudara-saudaraku sekalian. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah, Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan!


Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah, ilmu yang sedikit ini dipake sama dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya, buat perubahan hidupnya. Subhaanallaah, masya Allah. Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia.


Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar. Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta


KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini.


Sebagiannya memilih diam saja, dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh. Dan memang


bukan apa-apa, ketika sudah dipublish, memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh. Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita ngebut engebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak, sudah, jangan terus-terusan meratapi dosanya.


Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar, lalu mengejarnya dengan amal saleh. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup.







Selengkapnya......

Rabu, 14 Oktober 2009

KONSEP PENGEMBANGAN MANAJEMEN

1. Konsep Pengembangan Manajemen


  • Pengembangan manajemen pada tahun 2009/2010 lebih mengacu pada konsep Kemandirian, Profesionalisme Kerja, Perluasan Akses, Pemenuhan Sarana Prasarana dan Akuntabilitas.
  • KEMANDIRIAN dalam arti luas memiliki makna adanya otonomi khusus dalam pengelolaan keuangan dan pengembangan manajemen, hal ini dapat diwujudkan dalam hal motivasi wirausaha dan mencoba untuk mengembangkan unit produksi sekolah.
  • PROFESIONALISME KERJA berarti adanya peningkatan kualitas kerja, yang terstruktur dan sistematis, dilandasi rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap kemajuan lembaga.
  • PERLUASAN AKSES mengandung makna penyebaran informasi, menjalin komunikasi efektif dan mengembangkan pola hubungan kerjasama baik pada masyarakat maupun pada dunia industri.
  • SARANA PRASARANA yang memadai akan dapat mendukung semua aktifitas akademis dengan baik; lingkungan yang nyaman, ruangan yang representative, peralatan praktek yang lengkap, dan media belajar yang baik merupakan elemen dasar bagi terlaksananya program kegiatan pembelajaran.
  • SEDANGKAN AKUNTABILITAS adalah adanya sistem pengelolaan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara internal kelembagaan maupun eksternal pada masyarakat.
2. Peningkatan Kinerja

  • Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2001: 67).
  • Selain itu, kinerja juga dapat diartikan sebagai suatu hasil dan usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah:

1. Efektivitas dan Efisiensi

  • Bila suatu tujuan tertentu akhirnya bisa dicapai, kita boleh mengatakan bahwa kegiatan tersebut efektif tetapi apabila akibatakibat yang tidak dicari kegiatan mempunyai nilai yang penting dari hasil yang dicapai sehingga mengakibatkan ketidakpuasan walaupun efektif dinamakan tidak efisien. Sebaliknya, bila akibat yang dicari-cari tidak penting atau remeh maka kegiatan tersebut efisien.

2. Otoritas (wewenang).

  • Arti otoritas menurut Barnard adalah sifat dari suatu komunikasi atau perintah dalam suatu organisasi formal yang dimiliki (diterima) oleh seorang anggota organisasi kepada anggota yang lain untuk melakukan suatu kegiatan kerja sesuai dengan kontribusinya (sumbangan tenaganya). Perintah tersebut menyatakan apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan dalam organisasi tersebut.

3. Disiplin

  • Disiplin adalah taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku. Jadi, disiplin karyawan adalah kegiatan karyawan yang bersangkutan dalam menghormati perjanjian kerja dengan organisasi di mana dia bekerja.

4. Inisiatif

  • Inisitif berkaitan erat dengan daya pikir dan kreativitas dalam bentuk ide untuk merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan tujuan organisasi. Jadi, inisiatif adalah daya dorong kemajuan yang bertujuan untuk mempengaruhi kinerja organisasi.


Konsep di atas akan lebih terarah dan terorganisir jika dalam perkembangannya segenap civitas akademika dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan pola-pola kerjasama dan akurasi pencapaian target. Adanya pola tersebut diharapkan nantinya akan ada kemajuan kemandirian namun lebih dari itu, kesadaran membangun kedisiplinan adalah modal bagi peningkatan daya kreatifitas segenap akademika.

Pada akhirnya kemajuan sekolah dapat dikembangkan dengan mengacu pada kedisiplinan dan kekompakan yang dilanjutkan dengan sikap profesionalisme dalam melaksanakan pekerjaan.

Bukit Kalibagor, Juli 2009
Kepala SMK Politeknik YP3I  Banyumas

Selengkapnya......

NEW CONCEPT

Selengkapnya......

CHANGE



Sekolah adalah sebuah institusi yang unik, system manajemen yang dikembangkan sangat berbeda dengan system manajemen yang lain. Sebagian ada yang menggunakan manajemen pendidikan murni, ada yang mengkolaborasikan dengan system manajemen perusahaan, tetapi ada juga yang menggunakan system manajemen perusahaan murni, dengan institusi pendidikan merupakan bagian dari manajemen perusahaan itu sendiri.


Apapun system yang digunakan, institusi pendidikan perlu diatur dan dikelola dengan baik. Pengelolaan yang professional akan menjadikan sekolah bukan hanya pelengkap bagi tolak ukur kemajuan bangsa. Justru sebaliknya, sekolah menjadikan komponen utama yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan nilai-nilai masyarakat dalam arti luas.

Dalam perkembanganya, SMK Politeknik YP3I Banyumas berusaha untuk melakukan pengelolaan secara mandiri, mulai dari pengelolaan kegiatan, pengelolaan administrasi sampai dengan pengelolaan keuangan. Dengan kemandirian ini diharapkan akan timbul kreatifitas sehingga segenap akademika dapat berekspresi, berinovasi dan memiliki kreatifitas yang tinggi tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Namun bukan berarti pengelolaan secara mandiri menjadikan manajemen di SMK Politeknik YP3I Banyumas kebablasan, namun tetap mengacu asas professional dan akuntabilitas.

Manajemen adalah change, dalam kata lain berarti juga hijrah. Manajemen adalah sebuah perubahan, dimulai dari diri kita, mulai dari yang kecil-kecil, dan mulai sekarang juga. Tanpa adanya perubahan, maka manajemen tidak akan berarti apa-apa. Bersiaplah untuk membuat perubahan (positif) karena perubahan adalah berkembang dan maju. Jika tidak mau berubah, berarti tidak menginginkan kemajuan.

Bukit Kalibagor,  Maret 2009

Kepala SMK Politeknik YP3I Banyumas

Selengkapnya......

Selasa, 13 Oktober 2009

PROFIL



SMK Politeknik YP3I Banyumas





  • SMK POLITEKNIK YP3I Banyumas berdiri berdasarkan SK Bupati Banyumas, NO. 421.3/576/2002, tertanggal 07 Mei 2002. Sebagai sekolah yang siap untuk maju, maka prioritas pengembangan sekolah dititikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (staf pengajar dan karyawan), penyusunan standar manajemen mutu dan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
  • Staf pengajar dan karyawan sebagai roda pembangunan sekolah sangat berperan penting bagi pengembangan mutu pendidikan. Jika SDM yang ada tidak mampu berfungsi dengan baik maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik.
  • Penyusunan standar mutu sekolah mutlak dibutuhkan untuk memberikan arah yang jelas bagi usaha peningkatan kualitas sekolah, baik dari segi input, proses maupun output.
  • Sarana prasarana memiliki porsi yang tidak sedikit dalam modal usaha pembangunan dunia pendidikan. Terlebih pada sekolah kejuruan, kelengkapan sarana dan prasarana, baik peralatan praktek perbengkelan, elektro mapun peralatan penunjang lainnya, sangat dibutuhkan.

Selengkapnya......