Rabu, 01 Desember 2010


SYDNEY, KOMPAS.com –

Pada persimpangan jalan, lampu lalulintas yang dilengkapi dengan waktu, - sudah banyak digunakan di Tanah Air - sangat membantu. Pasalnya, memudahkan pengendara untuk siap berhenti atau jalan. Di samping itu, juga lebih aman, bisa mencegah tabrakan dari arah yang berbeda. Bahkan cara ini mengirit bahan bakar.

Kendati demikian, versi dari lampu lintas yang menarik tetap saja muncul. Contohnya adalah kreasi dari seorang desainer, Thanva Tivawong dari Yanko Design, Australia (punya cabang di Kanada, India, Jepang dan Amerika Serikat) yang memperkenalkan lampu lintas dengan konsep yang disebutnya “Sand Glass”. Dalam hal ini, ia menggunakan kaca berisi pasir yang menunjukkan waktu, menghitung mundurklampu lintas. Sand Glass ini menggunakan lampu LED sesuai dengan ukuran dan warna lampu lalulintas biasa: merah, kuning dan hijau. Perbedaannya, warna lampu dilengkapi gambar gelas waktu. Waktu yang tersisa atau hitungan mundur, diperlihatakan dalam bentuk grafik. Pasir di dalam gelar terus tumpah sampai waktu mendekat perubahan warna.

Tiga detik menjelang berubah warna, muncul angka 3 pada lampu kuning (hanya digunakan pada lampu kuning). Konsep ini memang berbeda dengan dengan angka-angka yang sudah ada pada lampu lalu lintas sekrang ini. Dari pendapat ahli, tipe lampu ini lebih baik dari yang biasa. Karena bisa memberikan pengertian lebih baik untuk menentukan waktu sebelum berubah warna. Kendati demikian, kurang efektif bagi pemakai jalan umum karena penunjukan waktu dengan angka hanya pada lampu kuning. Dalam hal ini, dibutuhkan pengalaman dan ketrampilan memperkirakan waktu berdasarkan sisa pasuir tersisa pada gelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar